Sejenak bersama Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam pada hari yang dijanjikan. 8 Hijriyah, kota Makkah dibebaskan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat. Purna sudah janji Allah untuk Nabi-Nya.
اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ
“Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Fath: 1)
Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan, bahwa ayat ini turun paska peristiwa perjanjian Hudaibiyah antara muslimin dan Quraisy, perjanjian yang diprotes sebagian sahabat karena isi dari perjanjian ini tampak tidak menguntungkan posisi kaum muslimin.
Tapi justru ayat ini memberi pesan yang kuat, bahwa kemenangan akan segera diberikan, bahkan sebagian sahabat sudah menghitung bahwa peristiwa Hudaibiyah yang tidak menguntungkan tersebut adalah titik awal kemenangan kaum muslimin.
—-
Pagi hari, 17 Ramadhan 8 H, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam meninggalkan Marr az-Zahran bersiap memasuki kota Mekkah. Iring-iringan pasukan muslimin menggetarkan hati siapapun yang melihatnya di hari itu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam sambil menunggang kuda, bersurban hijau, berbaju besi berjalan perlahan dan tenang dikelilingan para sahabat Muhajirin dan Ansar.
Penduduk Makkah segera sadar, bahwa ini adalah akhir dari semua episode permusuhan mereka terhadap Sang Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, para penjahat dari pembesar Quraisy segera lari meninggalkan Makkah mencari selamat, sebagian lain berlari berlindung di sekeliling Ka’bah, yang lain lari menuju rumah mereka masing-masing; menutup pintu rapat-rapat setelah tau adanya jaminan keamanan bagi mereka yang sembunyi di rumahnya sendiri.




