— Ditulis oleh: Ust.Rusydan Abdul Hadi, M.Pd.
Doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling dekat dengan kehidupan seorang muslim. Kita dapat berdoa kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apa pun. Bahkan ketika sedang berada dalam kesulitan, sakit, atau keterbatasan, seorang hamba tetap dapat mengangkat harapannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Namun, mengapa terkadang doa yang telah lama dipanjatkan terasa belum juga dikabulkan?
Dalam khutbah ini dijelaskan bahwa Allah Maha Dekat dan menjanjikan untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Namun, seorang muslim juga perlu melakukan introspeksi terhadap dirinya, terutama terhadap apa yang dikonsumsi dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kisah seorang musafir yang doanya belum terkabul karena makanan, minuman, pakaian, dan hartanya berasal dari sesuatu yang haram, khutbah ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga kehalalan dalam setiap aspek kehidupan. Sebab, jangan sampai doa-doa yang kita panjatkan terhalang oleh harta yang diperoleh dengan cara yang tidak diridai Allah.
Mari jadikan khutbah ini sebagai pengingat untuk mengaudit diri, memperbaiki sumber rezeki, serta memastikan bahwa apa yang kita makan, minum, kenakan, dan belanjakan berasal dari jalan yang halal.
Silakan unduh dan baca naskah khutbah lengkapnya melalui tautan di bawah ini.




