Khutbah Jumat 02/26/2026 “Keutamaan Menghayati Waktu”

Khutbah Jumat 02/26/2026 “Keutamaan Menghayati Waktu”

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لا مَانِعَ لِمَا وَهَب، وَلا مُعْطِيَ لِمَا سَلَب، طَاعَتُهُ لِلْعَالَمِينَ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ، وَتَقْوَاهُ لِلْمُتَّقِينَ أَعْلَى نَسَبٍ.

هَيَّأَ قُلُوبَ أَوْلِيَائِهِ لِلإيمَانِ وَكَتَبَ، وَسَهَّلَ لَهُمْ فِي جَانِبِ طَاعَتِهِ كُلَّ نَصَبٍ.

أَحْمَدُهُ عَلَى مَا مَنَحَنَا مِنْ فَضْلِهِ وَوَهَبَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، هَزَمَ الأَحْزابَ وَغَلَبَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي اصْطَفَاهُ وَانْتَخَبَ. صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى صَاحِبِهِ أَبِي بَكْرٍ الْفَائِقِ فِي الْفَضَائِلِ وَالرُّتَبِ، وَعَلَى عُمَرَ الَّذِي فَرَّ الشَّيْطَانُ مِنْهُ وَهَرَبَ، وَعَلَى عُثْمَانَ ذِي النُّورَيْنِ التَّقِيِّ النَّقِيِّ الْحَسَبِ، وَعَلَى عَلِيٍّ صِهْرِهِ وَابْنِ عَمِّهِ فِي النَّسَبِ، وَعَلَى بَقِيَّةِ أَصْحَابِهِ الَّذِينَ اكْتَسَبُوا فِي الدِّينِ أَعْلَى فَخْرٍ وَمُكْتَسَبٍ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا أَشْرَقَ النَّجْمُ وَغَرَبَ.

Ma’asyirol Muslimin jamaah sholat Jumat yang Allah muliakan,

Segala puja dan puji senantiasa kita panjatkan untuk Rabbul Izzati wal Jalaalah atas segala macam nikmat yang Dia berikan kepada kita, baik yang dzahir maupun batin, sehingga kita bisa melaksanakan aktivitas ukhrowi dan aktivitas duniawi guna menopang keseimbangan hidup kita.

Buka Puasa Ramadhan untuk Saudara Kita di Sumatra

Shalawat beriring salam senantiasa kita curahkan kepada Uswah dan Qudwah Hasanah kita, Muhammad Rasulullah ﷺ, kepada para sahabatnya, keluarganya, serta orang-orang yang tetap tsiqqah sampai hari akhirat kelak.

Dari mimbar yang mulia ini, izinkan khatib berwasiat untuk diri sendiri khususnya dan para jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Sebab, dengan dua penopang tersebut, kita akan lebih menghargai dan menggunakan waktu sebaik mungkin.

Waktu merupakan salah satu makhluk Allah yang besar dan paling taat. Ia melewati banyak dimensi ruang dan peradaban, membersamai peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah alam semesta bahkan jauh sebelum penciptaan langit dan bumi. Ia menjadi penanda momen-momen penting dalam hidup kita: momen gajian, momen membayar hutang, pernikahan, liburan, bahkan kematian.

Ia selalu patuh pada perintah Allah SWT untuk terus berjalan maju tanpa pernah menoleh walaupun hanya satu detik. Namun, di samping itu, ia juga merupakan nikmat besar yang seringkali kita sepelekan. Rasulullah ﷺ telah bersabda 14 abad yang lalu:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412)

Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa terkadang manusia sehat tetapi tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunia. Terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia sedang tidak sehat. Apabila waktu luang dan nikmat sehat terkumpul pada diri manusia, seringkali muncul rasa malas dalam beribadah. Itulah manusia yang benar-benar tertipu.

Ma’asyirol Muslimin jamaah sholat Jumat yang Allah muliakan,

Sudah sepantasnya kita menghayati waktu yang Allah berikan selagi nafas masih berhembus. Dalam Al-Qur’an, Allah bersumpah:

وَٱلْعَصْرِ . إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ . إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3)

Ayat ini memberikan fakta yang terang benderang sekaligus solutif agar kita tidak termasuk orang yang merugi. Berdasarkan ayat ini, ada dua aspek terkait nikmat waktu yang harus kita renungi:

1) Persiapkanlah Bekal

Kita adalah musafir yang hanya berteduh sesaat lalu melanjutkan perjalanan panjang. Umur kita tidaklah sepanjang umat terdahulu. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang melampaui umur tersebut.” (HR. Ibnu Majah: 4236)

Maka, jika usia hanya dihabiskan untuk mengejar dunia tanpa bekal akhirat, kapan kita akan bersiap? Islam tidak melarang kita menjadi orang kaya, namun Islam mengatur kapan kita bekerja dan kapan kita beribadah sebagai bentuk syukur.

Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al-Hasyr: 18)

“Dan sebaik-baik bekal adalah ketaqwaan” (QS. Al-Baqarah: 197).

Ma’asyirol Muslimin jamaah sholat Jumat yang Allah muliakan,

Seringkali waktu kita habis untuk media sosial. Scrolling TikTok 60 menit, Instagram 40 menit, bermain game berjam-jam, namun untuk Allah, Rasul-Nya, dan kitab-Nya, kita hanya memberikan “waktu sisa” dengan dalih sibuk. Ini adalah kerugian yang besar!

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Ma’asyirol Muslimin jamaah sholat Jumat yang Allah muliakan,

2) Renungan kematian

Aspek kedua yang harus kita renungi dalam realitas waktu adalah Kematian. Ia adalah rahasia Allah yang bisa datang kapan saja, tamu yang hadirnya tak pernah mengundang senyum bagi tuan rumah.

Dalam kitab At-Tadzkirah karya Imam Qurthubi, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA bahwa beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Siapakah Mukmin yang paling cerdas?”

Beliau menjawab:

أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

“Orang Mukmin yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat mati, dan yang paling baik persiapannya menghadapi

kehidupan setelah mati. Mereka itulah Mukmin yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah)

Buka Puasa Ramadhan untuk Saudara Kita di Palestina

Pilihannya hanya dua: Husnul Khotimah atau Su’ul Khotimah. Allah berfirman dalam QS. Al-Insyiroh ayat 7:

“Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain).”

Imam Ibnu Katsir menjelaskan: jika selesai urusan dunia, segera kerjakan urusan akhirat. Jangan sampai kita menyesal seperti yang digambarkan dalam QS. Al-Mu’minun: 99-100, di mana orang yang telah mati memohon dikembalikan ke dunia untuk beramal shalih, namun permohonan itu ditolak.

Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya (HR. Tirmidzi & Ahmad). Hari ini hari Jumat, perbanyaklah shalawat untuk Nabi kita Muhammad ﷺ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالشَّدَائِدَ وَالْفِتَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.


Unduh di Sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Himayah Foundation