Ketika al-Quran Menjadi Bacaan Yang Tidak Dirasakan

https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/palestina-darurat-pangan

Materi Khutbah Jumat :

Ketika al-Quran Menjadi Bacaan Yang Tidak Dirasakan

Oleh : Ust Fajar Jaganegara H.M.I

KHUTBAH PERTAMA

 

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ:

 

 

Kaum muslimin, Jamaah Jumat rahimakumullah…

Allah Ta’ala telah menjadikan al-Quran sebaik-baik petunjuk bagi manusia untuk menjalani kehidupan, sebagai pedoman untuk berjalan menuju Allah, sebagai penerang untuk keluar dari gelapnya kebodohan.

Semua petunjuk dan pesan di dalamnya akan selalu relevan sepanjang zaman, bagi siapa saja yang mau menerapkannya. Allah juga menjanjikan penjagaan atas al-Quran, bahwa isinya tidak akan pernah berubah, kandungannya tidak akan pernah salah. Allah berfirman:

لَّا يَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِه ۗ تَنْزِيْلٌ مِّنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ

“(al-Quran) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji.” (QS. Fusilat: 42)

 

 

Kaum muslimin yang Allah rahmati..

Al-Quran adalah Kalam Ilahi, maka berinteraksi dengannya adalah sebaik-baik usaha seorang hamba mengenal Rabb-nya. Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

“Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi ‘keluarga Allah”. Para Sahabat Radhiyallahu anhum bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Siapakah mereka?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka adalah ahli al-Qur’an, (merekalah) ahli (orang-orang yang dekat dan dicintai) Allâh dan diistimewakan di sisi-Nya” (HR. an-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Membaca, menghafal dan mempelajari al-Quran dapat menjadi sebaik-baik amal, sebaik-baik kesibukan menumpuk-numpuk pahala tak terhingga. Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya (kepada orang lain)” (HR. al-Bukhari)

Bersama al-Quran adalah sebaik-baik kesibukan, maka siapa saja yang menghabiskan waktunya bersama al-Quran akan tenang jiwanya, akan terang hatinya dan akan selamat kehidupannya di dunia dan di akhirat.

Allah Ta’ala telah berjanji dalam al-Quran:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

 

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasehat atau pelajaran dari Rabbmu (al-Qur’an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS.Yûnus:57)

Imam al-Qurthubi rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa al-Quran peringatan-peringatan dari segenap keburukan, sebagai obat dari setiap keraguan dan kebimbangan, dan sebagai pembersih dari noda-noda kotoran, sekaligus menjadi petunjuk dan rahmat dari Allah Ta’ala.

Akan tetapi, meskipun ayat ini diserukan dan ditujukan kepada seluruh manusia, fungsi-fungsi dan manfaat yang disebutkan hanya akan berdampak bagi mereka yang meyakininya dan percaya sepenuh jiwa atas apa yang ada di dalam al-Quran.

Dengan jelas Allah menyebutkan ini di ayat yang lain:

قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ ۗوَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًىۗ اُولٰۤىِٕكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍ

Katakanlah, “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur’an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (QS. Fusilat: 44)

 

Kaum muslimin yang Allah rahmati

Lantas kenapa ada di antara kita yang telah lama bersama al-Quran, hidup dengannya tapi tidak merasakan apapun dari bacaannya. Hatinya hampa, jiwanya tetap nestapa, sedihnya tidak sirna, dan godaan berbuat dosa selalu kerap menyapa membuat khilaf dan alpa.

Mungkin karena al-Quran baru sekedar bacaan tanpa benar-benar dirasakan. Baru menjadi hafalan tanpa benar-benar dihayati dan dipahami. Seperti ungkapan yang mengatakan, “betapa banyak pembaca al-Quran, tapi justru al-Quran melaknatnya.”

Imam al-Ghazali menjelaskan sebab hal tersebut terjadi pada mereka yang membaca al-Quran, karena al-Quran sekedar jadi bacaan namun kosong dari penghayatan dan pengamalan.

Lebih lanjut, Imam al-Ghazali dalam Ihya’, saat seseorang membaca penggalan ayat, “Allah melaknat orang-orang yang zalim” tapi dia justru sering menzalimin dirinya sendiri dengan berbuat dosa. Saat seseorang membaca ayat, “Allah melaknat para pendusta.” Namun justru dusta adalah sifat dan kebiasaannya. inilah yang dimaksud, al-Quran dibaca, tapi justru al-Quran melaknat pembacanya.

Bagaimana menjadikan al-Quran sebagai bacaan yang dapat dirasakan, dapat menenangkan, dan bisa memberikan pengaruh bagi kita saat bersama dengannya?

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam al-Fawa’id, “Jika kamu ingin mendapatkan manfaat dari (petunjuk) al-Qur’an, maka pusatkanlah hatimu ketika membaca dan menyimaknya, fokuskanlah pendengaranmu, serta hadirkanlah dirimu sebagaimana hamba Allâh (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang menerima al-Qur’an ini  menghadirkan dirinya (ketika diturunkan al-Qur’an kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam). Karena sesungguhnya al-Qur’an ini (sejatinya) merupakan petunjuk bagimu dari Allâh melalui lisan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam”

Imam al-Ghazali rahimahullah memberikan rangkaian tahapan, agar membaca al-Quran memberi dampak yang benar bagi jiwa pembacanya. Tahapan tersebut bisa diringkas menjadi tiga hal:

Pertama, memahami keagungan al-Quran ketinggiannya, dengan cara membangun kesadaran bahwa rangkaian huruf dalam al-Quran adalah kalam suci Ilahi. Hadirkan di dalam jiwa apa yang dibaca lewat lisan adalah ayat-ayat Tuhan yang Maha Menciptakan. Bukan sekedar kata-kata biasa! Sehingga saat membacanya yang terbayang dalam hati adalah kita sedang mengucapkan ayat-ayat yang agung lagi suci.

Kedua, menghadirkan hati saat membaca. Bukan sekedar membaca sambil lewat tanpa penghayatan, apalagi diselingi lamunan. Akan tetapi, dengan bacaan perlahan, dengan tadabbur dan tafahhum. Hal tersebut tidak akan bisa dicapai kecuali dengan mempelajari kandungan dan makna al-Quran.

Ketiga, merenungkan dan merasakan setiap ayat yang dibaca. Pada setiap ayat yang menjelaskan kebesaran Allah, bertambah besar pula keagungan tersebut di hati kita. Saat melewati ayat rahmat dan janji surga, maka membuncah harapan agar dimasukkan ke dalamnya. Ketika membaca ayat siksa dan azab neraka, terbayang kengerian dan muncul ketakutan dimasukkan di dalamnya.

Membayangkan bahwa setiap seruan, perintah, dan larangan yang terbaca itu ditujukan kepada kita. Membangun rasa seakan-akan Allah Ta’ala “berbicara” langsung kepada kita. Hal-hal inilah yang akan membuat al-Quran tidak sekedar bacaan.

Kaum muslimin rahimakumullah…

Semoga Allah senantiasa menjadikan kita sebagai ahlillah, orang-orang yang bersahabat dekat dengan al-Quran, dengannya ktia mendapat rahmat dan syafa’at.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

Download PDF Materi Khutbah Jum’atnya di sini :

DOWNLOAD

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Himayah Foundation