الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَا الْقُلُوبَ بِنُورِ الْإِيمَانِ، وَأَيْقَظَهَا مِنْ سِنَةِ الْغَفْلَةِ وَالنِّسْيَانِ، وَجَعَلَ التَّقْوَى زَادًا لِمَنْ أَرَادَ الْفَوْزَ وَالْأَمَانَ
.نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
.اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. حيث قال تعالى
.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أما بعد
Kaum muslimin, Jamaah Jumat rahimakumullah
Allah menjadikan keberkahan pada sebagian waktu di bandingkan waktu-waktu lainnya. Di dalam al-Quran Allah bahkan sampai bersumpah dengan menyebutkan sesuatu; baik tempat, waktu atau sesuatu yang memiliki keutamaan. Hal tersebut guna menunjukkan satu pesan tentang keutamaan dan fadilah yang terkandung di dalamnya.
Seperti firman Allah Ta’ala pada surat al-Fajr ayat 2. Allah berfirman:
وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
“Demi malam yang sepuluh,”
Pada ayat ini Allah bersumpah dengan menyebutkan pengkhususan pada sepuluh malam. Ada 355 malam selama setahun dalam penanggalan hijriyah, dan Allah hanya mengkhususkan sepuluh malam. Maka muncul pertanyaan untuk kita kapan dan apa keistimewaan malam-malam ini?
Ibnu al-Jauzi dalam tafsirya Zadul Masir menyebutkan ada empat penafsiran tentang waktu yang dimaksud dalam 10 malam dalam ayat ini: Pertama, yang dimaksud adalah 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Kedua, sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ketiga, sepuluh hari pertama di bulan Ramadhan, dan keempat, sepuluh hari pertama di bulan Muharam.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya merajihkan pendapat pertama yang mengatakan bahwa yang dimaksud dalam ayat kedua surat al-Fajr ini adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Pendapat ini diperkuat dengan hadis riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ” -يَعْنِي عَشَرَ ذِي الْحِجَّةِ -قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: “وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلًا خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak ada hari-hari di mana amal sholeh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini—yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah—kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali sedikit pun dari itu (yakni gugur syahid dan di jalan Allah).” (Hr. Al-Bukhari)
Riwayat lain yang juga menguatkan pendapat ini datang dari Imam Ahmad rahimahullah. Dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyhallahu ‘anhu. Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ الْعَشْرَ عَشْرُ الْأَضْحَى، وَالْوَتْرُ يَوْمُ عَرَفَةَ، وَالشَّفْعُ يَوْمُ النَّحْرِ
“Sesungguhnya ‘yang sepuluh’ adalah sepuluh hari Idul Adha (Dzulhijjah), ‘yang ganjil’ adalah hari Arafah,dan ‘yang genap’ adalah hari Nahr (Idul Adha).” (HR. Ahmad)
Amalan-Amalan Yang Dianjurkan
Kaum muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah
Kita berada di penghujung bulan Dzulqa’dah dan akan memasuki hari-hari pertama bulan Dzulhijjah yang istimewa. Keistimewaan hari-hari ini disebabkan terkumpulnya ibadah-ibadah utama bagi seorang hamba; shalat, puasa, sedekah, dan haji. Di mana semua keutamaan ini tidak didapati pada bulan lainnya.
Maka memperbanyak amal-amal ketaatan pada hari-hari ini adalah sebaik-baik kesibukan, dan sudah sepantasnya kesempatan ini tidak dilewatkan dengan perbuatan yang sia-sia apatah lagi berbuat dosa. Inilah kesempatan mengumpulkan pundi-pundi pahala sebanyak-banyaknya. Ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan dan perbanyak di hari-hari mulia ini. Di antaranya:
1) Menjaga Amalan Fardhu & Menambah amalan Sunnah.
Tidak ada yang lebih penting bagi seorang hamba melebihi apa yang telah Allah wajibkan atasnya dan setiap amalan-amalan yang membuat dia semakin dekat pada-Nya. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadis Qudsi:
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
“Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (Hr. Al-Bukhari)
Maka amalan yang diwajibkan oleh Allah jangan sampai dilalaikan, dan setiap amalan yang disunnahkan hendaknya diperhatikan; baik itu shalat-shalat sunnah, sedekah sunnah, membaca al-Quraan, berbuat kebajikan dst.
2) Memperbanyak Zikir
Termasuk amalan ringan dilakukan adalah amalan lisan; berzikir kepada Allah. Zikir adalah ekspresi membesarkan dan mengagungkan Allah Ta’ala. Nabi ﷺ bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ، وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ، مِنْ هٰذِهِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ، وَالتَّكْبِيرِ، وَالتَّحْمِيدِ
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai oleh-Nya untuk beramal di dalamnya selain hari-hari sepuluh ini (Dzulhijjah). Maka perbanyaklah di dalamnya tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)
Termasuk yang disunnahkan adalah takbir mutlak sejak memasuki awal Dzulhijjah, dilakukan di masjid-masjid, rumah, jalan, pasar dan lainnya. Dan ini termasuk bagian dari syiar yang menghidupkan hari-hari mulia ini.
3) Memperbanyak Puasa
Puasa termasuk amalan yang ditekankan selama hari-hari ini. Hal ini berdasarkan hadis dari ibunda Hafshah radhiyallahu ‘anha:
أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ ﷺ: صِيَامُ عَاشُورَاءَ، وَالْعَشْرُ، وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَالرَّكْعَتَانِ قَبْلَ الْغَدَاةِ
“Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi ﷺ: puasa ‘Asyura, (puasa) sepuluh hari (Dzulhijjah), tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum shalat Subuh.”. (Hr. Abu Daud)
Tentu dapat dipahami bahwa anjuran puasa ini selain dari hari raya Idul Adha di tanggal 10, karena puasa di waktu itu termasuk waktu diharamkan untuk berpuasa. Terkhusus puasa di tanggal sembilan di hari Arafah. Secara khusus Nabi sabdakan bahwa dapat menghapus dosa selama dua tahun:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (Hr. Muslim)
4) Memperbanyak Taubat.
Tidak ada manusia yang tidak memiliki dosa, dan sebaik-baik hamba yang telah berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat dan kembali kepada Allah. Inilah hari-hari terbaik untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah Ta’ala, dan itu dilakukan dengan taubat nasuhah. Taubat yang dilakukan penuh ketulusan dan keikhlasan, kesempatan untuk memperoleh pembebasan dari Allah Ta’ala.
Nabi ﷺ bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرُ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبِيدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو، ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ، فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ؟ اشْهَدُوا مَلَائِكَتِي أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ
“Tidak ada satu hari pun di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka daripada hari Arafah. Dan sungguh Dia mendekat, lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berfirman: ‘Apa yang diinginkan oleh mereka ini?’‘ Saksikanlah wahai para malaikat-Ku, bahwa Aku telah mengampuni mereka.”. (HR. Muslim)
Kaum muslimin, Jamaah Jumat rahimakumullah
Semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan hidayah dan taufik-Nya. Melembutkan dan membantu kita untuk beramal shalih yang bisa mengantarkan kita pada rahmat dan Ridha-Nya.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ




