Khutbah 06/02/2026 “Ramadhan: Siapa yang Menanam Lebih Baik, Akan Memanen Lebih Baik”

Khutbah 06/02/2026 “Ramadhan: Siapa yang Menanam Lebih Baik, Akan Memanen Lebih Baik”

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بَلَّغَنَا شَهْرَ شَعْبَانَ، وَجَعَلَهُ مِمَّا بَيْنَ يَدَيْ شَهْرِ رَمَضَانَ، فِيهِ تُرْفَعُ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ العَالَمِينَ، وَنَسْأَلُهُ سُبْحَانَهُ أَنْ يَجْعَلَ أَعْمَالَنَا خَالِصَةً لِوَجْهِهِ الكَرِيمِ.

نَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِلٰهُ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، بَلَّغَ الرِّسَالَةَ، وَأَدَّى الأَمَانَةَ، وَنَصَحَ الأُمَّةَ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, Tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan kepada kita berbagai nikmat yang tiada terhitung. Dengan kasih sayang-Nya kita masih diberi kesempatan untuk hidup dalam iman dan Islam, diberi kesehatan dan kekuatan untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-Nya.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan bagi seluruh umat manusia, pembawa risalah yang menyinari hati dengan cahaya petunjuk dan kebenaran. Juga kepada keluarga beliau, para sahabatnya yang mulia, serta segenap pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Aku wasiatkan kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan itulah sebaik-baik bekal kita menuju perjumpaan dengan Allah.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kita agungkan. Ia disebut sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Dan sekarang, tidak lebih dari sebulan dari hari ini Ramadhan akan menyapa kita untuk kesekian kalinya.

Namun, para ulama salaf mengajarkan kepada kita satu pemahaman penting, yaitu bahwa Ramadhan bukanlah bulan untuk memulai segalanya, tetapi bulan untuk menuai hasil dari apa yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Sebuah ungkapan indah dari seorang ulama salaf, Imam Abu Bakar al-Bakhli menjelaskan hal ini dengan sangat dalam. Beliau berkata:

شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرٌ لِلزَّرْعِ، وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ لِلزَّرْعِ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ.

Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyiram tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen.” (Lathaif al-Maarif)

Ungkapan ini mengandung pelajaran besar. Orang yang menanam di bulan panen, tidak akan mendapatkan hasil. Sebab hukum kehidupan dan iman sama: tidak ada panen tanpa tanam, dan tidak ada hasil tanpa proses.

Rajab adalah bulan menanam niat taubat dan kesadaran untuk berubah. Sya’ban adalah bulan menyiramnya dengan pembiasaan ibadah dan kesungguhan. Maka Ramadhan datang sebagai puncak perayaan iman, panen raya bagi orang-orang yang telah membiasakan diri beribadah pada bulan-bulan sebelumnya.

Jamaah rahimakumullah,

Inilah sebabnya mengapa sebagian orang merasakan Ramadhan begitu ringan dan nikmat, sementara yang lain merasa Ramadhan begitu berat dan melelahkan. Bukan karena Ramadhannya yang berbeda, tetapi karena persiapannya yang tidak sama.

Siapa yang sebelum Ramadhan terbiasa menjaga shalat, maka Ramadhan menguatkan shalatnya. Siapa yang sebelum Ramadhan dekat dengan Al-Qur’an, maka Ramadhan menambah kecintaannya.

Namun siapa yang baru mulai beribadah ketika Ramadhan datang, ia sedang menanam di musim panen, dan itu sangat berat.

Rasulullah ﷺ pun mencontohkan hal ini dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagai bentuk latihan dan penyiraman amal sebelum Ramadhan tiba. Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi ﷺ banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Ketika ditanya, beliau bersabda:

ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ، بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam.” (HR. an-Nasa’i)

Jamaah rahimakumullah,

Maka, apabila pada hari ini kita menyadari bahwa persiapan kita masih kurang, maka janganlah berputus asa. Allah masih memberikan sisa bulan Sya’ban sebagai rahmat dan kesempatan untuk berbenah. Tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada Allah selama nyawa masih bersemayam di dalam raga.

Mari kita manfaatkan sisa bulan Sya’ban ini dengan mempersiapkan diri, melatih ibadah, meluruskan niat, dan membiasakan ketaatan. Sebab bersiap satu hari lebih baik daripada tidak bersiap sama sekali. Dan langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas jauh lebih dicintai Allah daripada niat besar yang tidak pernah diwujudkan.

Allah ﷻ berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ

Bersegeralah kalian menuju ampunan dari Rabb kalian.” (QS. Ali ‘Imran: 133)

Jangan menunda taubat hingga Ramadhan datang, sebab yang menunda kebaikan hari ini, sering kali tertinggal esok hari. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang siap menyambut Ramadhan dengan hati yang hidup dan amal yang terlatih.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم 

Khutbah Kedua

اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Bulan Sya’ban mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan Ramadhan tidak datang secara tiba-tiba. Ia disiapkan dengan kesungguhan sebelumnya. Siapa yang membiasakan diri bermaksiat di Sya’ban, akan berat beribadah di Ramadhan. Namun siapa yang membiasakan diri taat di Sya’ban, akan dimudahkan Allah dalam Ramadhan.

Maka marilah kita jadikan Sya’ban sebagai bulan menyiram amal shalih: memperbaiki hubungan dengan Allah, melunakkan hati dari dengki dan permusuhan, serta memperbanyak amal yang tersembunyi.

Semoga ketika Ramadhan tiba, kita benar-benar siap memanen pahala, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي هٰذَا الشَّهْرِ المُبَارَكِ شَعْبَانَ، أَنْ تُزَكِّيَ قُلُوبَنَا، وَتُصْلِحَ أَعْمَالَنَا، وَتَجْعَلَنَا مِمَّنْ يُحْسِنُ الِاسْتِعْدَادَ لِرَمَضَانَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ شَعْبَانَ شَهْرَ سَقْيٍ لِأَعْمَالِنَا الصَّالِحَةِ، وَشَهْرَ تَوْبَةٍ وَإِنَابَةٍ، وَشَهْرَ رَفْعٍ لِلدَّرَجَاتِ وَتَكَفِيرٍ لِلسَّيِّئَاتِ.

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ بُلُوغَ القَابِلِينَ، وَأَعِنَّا فِيهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالقِيَامِ، وَتِلَاوَةِ القُرْآنِ، وَحِفْظِ اللِّسَانِ وَغَضِّ البَصَرِ.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا أَعْمَالَنَا، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Himayah Foundation