Khutbah Jumat 5/1/2026 “4 Rahasia Ibadah Kurban”

Khutbah Jumat 5/1/2026 “4 Rahasia Ibadah Kurban”

الْحَمْدُ لِلَّهِ الرَّبِّ الْعَظِيمِ، الْإِلَهِ الرَّحِيمِ الْكَرِيمِ، لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ، وَلَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ، وَبِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ، وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ، عَلَانِيَتُهُ وَسِرُّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ اللّهم صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصحَابِهِ وَالتَابِعِينَ لهُم بإحسانٍ إلى يَومِ القِيامةِ، وسَلَّمَ تَسليمًا كثيرًا.

فَيَا أَيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ اَّلذِيْنَ رَضُوْا بِاللهِ رَبًّا وَبِاْلِإسْلامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَا نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُؤْمِنُوْنَ اْلمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ عَزَّ مَنْ قَائِل :يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

وَقَالَ النَبِيﷺ : وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخوَاناً المسلِم أَخُو المسلِمِ. صَدَقَ اللهُ العَظِيم وَصَدَقَ رَسُولُهُ الحَبِيب الكَرِيم وَنَحنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَاهِدِينَ وَالشَاكِرِينَ وَالحَمدُ للهِ رَبِّ العَالمِينَ. أَمَّا بَعدُ.

Khutbah Pertama

Ma’asirol Muslimin Arsyadani Wa Arsyadakumullah…

Tidak ada kalimat yang paling pantas untuk diucapkan seorang hamba di setiap detiknya melainkan kalimat hamdalah, sebagai  bentuk syukur  atas beribu kali nikmat Allah yang kita rasakan, namun Allah hanya meminta kepada manusia agar mensyukuri semua itu.

Selanjutnya shalawat dan salam kita haturkan kepada uswatun hasanah, teladan yang baik, junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ. Semoga shalawat dan salam juga tersampaikan kepada para sahabat, tabiin, tabiut tabiin, serta orang-orang yang istiqomah hingga akhir zaman nanti. Semoga kita semua termasuk umatnya yang mendapat syafaat beliau pada hari ketika tidak ada syafaat melainkan atas izin-Nya.

Kami wasiatkan kepada diri pribadi khatib secara khusus dan umumnya kepada seluruh jamaah, untuk selalu meningkatkan keimanan dan takwa kita kepada Allah Ta’ala, karena dengan bekal takwa inilah kita akan menghadap Sang pencipta. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 197,

Dan berbekalah kalian semua! Karena sebaik-baik bekal adalah takwa.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Kini kaum muslimin tidak lama lagi akan bertemu dengan Hari Raya Idul Adha. Hari yang penuh kebahagiaan dan keberkahan, serta hari yang diisi beragam ketaatan dan ibadah-ibadah mulia.

Hari ketika seluruh kaum muslimin itu menjalankan ibadah agung dan mulia, ibadah yang Allah Syari’atkan sebagai bentuk mengagungkan syiar Allah dan mengikuti sunnah Nabi Ibrahim Alaihissalam. Yaitu berkurban menyembelih hewan udhiyah sebagai bentuk taqarrub; mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Sesungguhnya dalam ibadah kurban yang mulia ini mempunyai keutamaan dan balasan yang besar bagi orang-orang yang dapat menjalankan ketaatan tersebut. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ :

قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ؟ قَالَ: «‌سُنَّةُ ‌أَبِيكُمْ ‌إِبْرَاهِيمَ» ‌قَالُوا: ‌فَمَا ‌لَنَا ‌فِيهَا ‌يَا ‌رَسُولَ ‌اللَّهِ؟ ‌قَالَ: «‌بِكُلِّ ‌شَعَرَةٍ، ‌حَسَنَةٌ» ‌قَالُوا: ” ‌فَالصُّوفُ؟ ‌يَا ‌رَسُولَ ‌اللَّهِ ‌قَالَ: «‌بِكُلِّ ‌شَعَرَةٍ ‌مِنَ ‌الصُّوفِ، ‌حَسَنَةٌ

“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?” beliau bersabda: “Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?” beliau menjawab: “Setiap rambut terdapat kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan.” (HR. Ibnu Majjah)

Imam Asy-Syaukani dalam kitab Nailul Authar menjelaskan bahwa setiap sehelai bulu atau rambut hewan kurban tersebut akan menjadi pahala bagi orang yang berkurban. (Nailul Authar, Asy-Syaukani, 5/130)

Ma’asirol Muslimin Arsyadani Wa Arsyadakumullah

Sesungguhnya di dalam pensyariatan ibadah kurban ini terkandung beberapa rahasia keutamaan dan hikmah di dalamnya. Oleh sebab itu para ulama menyingkap rahasia dari pensyariatan kurban tersebut. Adapun beberapa rahasia dan hikmah tersebut adalah sebagai berikut:

1) Berkurban Adalah Bentuk Implementasi Syukur Kepada Allah Ta’ala

Diantara rahasia berkurban adalah sebagai bentuk mengaplikasikan rasa syukur atas nikmat-nikmat Allah yang telah dianugerahkan Allah kepada para hamba Nya. Mulai dari nikmat hidup, sehat serta kenikmatan lainnya yang tidak terhitung jumlahnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

“Maka laksanakanlah Shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar:2)

Abu Ja’far Ath-Thabari menjelaskan bahwa jadikanlah seluruh shalatmu (Muhammad) dan kurban sembelihan semua itu ikhlas hanya untuk Rabbmu, sebagai bentuk syukur atas kemuliaan dan kebaikan yang Allah berikan kepadamu. (Jâmi’ Al-Bayân, Ath-Thabari, 24/655)

Maka hendaknya kaum muslimin bisa menghayati ibadah kurban tersebut, mereka mempersembahkan hewan terbaik dalam rangka menjalankan ketaatan dengan penuh keikhlasan serta mengharap pahala di sisi-Nya.

2) Menghidupkan Sunnah Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Menyembelih hewan kurban adalah bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala, karena itu adalah sunnah bapak kita yaitu Nabi Ibrahim. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:

سُنَة أَبِيْكُمْ إِبْرَاهِيْم

“Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim.” (HR. Ahmad)

Ubaidullah Al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa kurban tersebut adalah sunnah atau syariat terdahulu yang ditetapkan dan diperintahkan Allah untuk mengikuti syariat tersebut. (Mar’âtul Mafâtih, Ubaidullah Al-Mubarakfuri, 5/110)

Ketahuilah, Bahwa di antara hikmah dari ibadah kurban adalah seorang muslim dapat meresapi dan mentadaburi kisah sang kekasih Allah (Khalilullah) yang mengajarkan hakikat pengorbanan di jalan Allah.

Maka Allah Ta’ala menetapkan dan menghendaki untuk mengabadikan pengorbanan agung dan besar ini sampai hari kiamat. Sehingga kaum muslimin diperintahkan untuk berkurban, sebagaimana Nabi Ibrahim berkurban.

3) Berkurban Adalah Berbagi Kebahagiaan Bersama Kaum Muslimin

Dalam berkurban terdapat  nilai kasih sayang yang dibagikan kepada orang lain, memuliakan tetangga, bersedekah  kepada fakir, menyambung silaturahmi, memberi makan orang miskin, dan menghadiahkan daging kurban kepada  kaum muslimin, maka ini semua adalah bentuk berbagi kebahagiaan pada ibadah kurban.

Allah Ta’ala berfirman:

 فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون

“Maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Hajj: 36)

Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya At-Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa kebaikan-kebaikan berupa menyembelih kurban, memakan dagingnya, serta memberi makan fakir dengan daging tersebut adalah atas izin Allah yang telah menundukkan hewan untuk para hamba Nya, sehingga hewan itu dapat ditunggangi, diperah susunya, dan disembelih dagingnya, agar para hamba bersyukur kepada Allah, mendekatkan diri dengan ikhlas kepada-Nya. (Tafsir Al-Munir, Az-Zuhaili, 17/218)

Yusuf Al-Qaradhawi menjelaskan bahwa Hari Raya dalam Islam itu mengandung dua makna yang besar; pertama, makna Rabbani. Yaitu hari yang dipenuhi dengan berbagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kedua, hari raya mengandung makna Insani. Yaitu hari berbahagia bagi kaum muslimin, menyambung silaturahmi, berkasih sayang dengan saudara kerabat, dan bahkan menyebarkan kemurahan hati kepada selain muslim juga.

4) Berkurban Adalah Bentuk Ketakwaan Dan Ketundukan Kepada Allah.

Sesungguhnya dalam ibadah kurban terkandung hikmah berupa ekspresi ketakwaan dan ketundukan terhadap perintah Allah. karena berkurban bukan hanya tentang hewan yang kita sembelih atau seberapa gemuk hewan kurban itu.

Namun, tentang seberapa jauh kita taat, tunduk dan patuh pada perintah Allah. bukan hanya sebatas lisan saja, namun berkorban demi bertakwa kepada-Nya, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj:37)

Ath-Thabari menerangkan bahwa apabila seseorang telah bertakwa dengan (menyembelih) unta (hewan kurban) dan dia melaksanakan dalam rangka mencari ridha Allah. maka dia telah mengagungkan syiar-syiar Allah dan inilah yang (amal) yang diterima Allah. (Jami’ Al-Bayan, Ath-Thabari,18/641)

Ma’asirol Muslimin Arsyadani Wa Arsyadakumullah

Inilah beberapa rahasia yang terkandung dalam ibadah mulai berkurban menyembelih hewan ternak di hari yang penuh dengan keberkahan. Mari kita-kita berlomba-lomba untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ, bersemangat menyambut hari Raya, dan meresapi esensi syukur dalam ibadah kurban ini.

Dan semoga kita termasuk dari hamba-hambanya yang  mau berkorban untuk meraih, mendapatkan, dan menggapai ridha Allah melalui ibadah mulia ini pada hari Raya Iedul Adha.

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ من َاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرهُ اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 

Khutbah kedua

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ،

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ 

للّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Himayah Foundation