Khutbah Jumat 4/3/2026 “Empat Kemuliaan Wanita Dalam Islam”

Khutbah Jumat 4/3/2026 “Empat Kemuliaan Wanita Dalam Islam”

الْحَمْدُ لِلَّهِ الرَّبِّ الْعَظِيمِ، الْإِلَهِ الرَّحِيمِ الْكَرِيمِ، لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ، وَلَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ، وَبِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ، وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ، عَلَانِيَتُهُ وَسِرُّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ؛ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ اللّهم صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصحَابِهِ وَالتَابِعِينَ لهُم بإحسانٍ إلى يَومِ القِيامةِ، وسَلَّمَ تَسليمًا كثيرًا.

فَيَا أَيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ اَّلذِيْنَ رَضُوْا بِاللهِ رَبًّا وَبِاْلِإسْلامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَا نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُؤْمِنُوْنَ اْلمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ عَزَّ مَنْ قَائِل :يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

وَقَالَ النَبِيﷺ : وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخوَاناً المسلِم أَخُو المسلِمِ. صَدَقَ اللهُ العَظِيم وَصَدَقَ رَسُولُهُ الحَبِيب الكَرِيم وَنَحنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَاهِدِينَ وَالشَاكِرِينَ وَالحَمدُ للهِ رَبِّ العَالمِينَ. أَمَّا بَعدُ.

Khutbah Pertama

Ma’asirol Muslimin Arsyadani Wa Arsyadakumullah…

Tidak ada kalimat yang paling pantas untuk diucapkan seorang hamba di setiap detiknya melainkan kalimat hamdalah, sebagai  bentuk syukur  atas beribu kali nikmat Allah yang kita rasakan, namun Allah hanya meminta kepada manusia agar mensyukuri semua itu.

Selanjutnya shalawat dan salam kita haturkan kepada uswatun hasanah, teladan yang baik, junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ. Semoga shalawat dan salam juga tersampaikan kepada para sahabat, tabiin, tabiut tabiin, serta orang-orang yang istiqomah hingga akhir zaman nanti. Semoga kita semua termasuk umatnya yang mendapat syafaat beliau pada hari ketika tidak ada syafaat melainkan atas izin-Nya.

Kami wasiatkan kepada diri pribadi khatib secara khusus dan umumnya kepada seluruh jamaah, untuk selalu meningkatkan keimanan dan takwa kita kepada Allah SWT, karena dengan bekal takwa inilah kita akan menghadap Sang pencipta. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Baqarah 197,

Dan berbekalah kalian semua! Karena sebaik-baik bekal adalah takwa.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Sesungguhnya di antara kesempurnaan agama Islam adalah bahwa ia datang sebagai rahmat bagi seluruh manusia, tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan dalam kemuliaan sebagai hamba Allah.

Namun pada zaman kita hari ini, tidak sedikit manusia yang salah memahami ajaran Islam dalam memandang wanita. Ada yang menuduh bahwa Islam membatasi dan merendahkan wanita. Ada pula yang justru mengajak kepada kebebasan tanpa batas yang pada akhirnya merusak kehormatan wanita itu sendiri.

Padahal jika kita kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar, niscaya kita akan menemukan bahwa: Islam adalah agama yang meletakkan wanita pada posisi yang mulia, terhormat, dan terjaga.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenungkan bersama: “Empat Kemuliaan Wanita dalam Islam”

1) Kesetaraan dalam Amal dan Pahala

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ ۖ بَعْضُكُم مِّن بَعْضٍ

“Sesungguhnya Aku tidak menyia nyiakan perbuatan orang yang beramal diantara kamu, baik laki laki maupun perempuan, (karena) sebagaian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain.” (QS. Āli ‘Imrān: 195)

Ayat yang agung ini menegaskan bahwa standar kemuliaan di sisi Allah bukanlah jenis kelamin, bukan pula kedudukan dunia, melainkan iman serta amal shalih dan Allah tidak akan membedakan balasan antara laki-laki dan perempuan dari pahala dan Rahmat-Nya. (Tafsir Al Wasith 2/377)

Muhammad Rasyid Ridho dalam tafsirnya menambahkan bahwa di antara makna dari kesetaraan di sini adalah Allah mewajibkan sesuatu perintah sesuai dengan tabiat dan kemampuan yang telah Allah bekali kepada masing-masing, maka Allah tidak membebankan sesuatu di luar batas kemampuan dan tabiat masing-masing. (Tafsir Al Manar 4/251)

Maka dalam hal ibadah, dalam hal pahala, dalam hal kedekatan dengan Allah…wanita memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai derajat tertinggi di sisi-Nya. Ini menunjukkan keadilan Islam yang sempurna, yang terkadang tidak disadari oleh banyak manusia.

Zakatmu adalah harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi mereka.

2) Perintah Memuliakan Wanita dalam Setiap Perannya

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Islam tidak hanya memuliakan wanita dalam konsep, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang ibu, Rasulullah ﷺ bersabda:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوكَ

“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi: “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” dia menjawab: “Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa kedudukan ibu sangat tinggi, bahkan didahulukan tiga kali dibandingkan ayah dalam hal bakti dan penghormatan.

Wanita Sebagai seorang istri, Rasulullah ﷺ bersabda:

فَاتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ، فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ، وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ

“Bertakwalah kalian kepada Allah dalam menghadapi para wanita, sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah Allah, dan menghalalkan farji kalian dengan kalimat Allah.” (HR. Muslim)

Ini adalah peringatan yang sangat kuat bagi para laki-laki agar bertakwa kepada Allah dalam memperlakukan wanita. Maka wanita dalam Islam dimuliakan sebagai ibu, dihormati sebagai istri, dijaga sebagai anak perempuan. Dan semua itu bukan sekadar anjuran, tetapi perintah agama. Kemuliaan wanita dalam Islam menuntut tanggung jawab laki-laki untuk menjaganya.

3) Islam Melindungi Hak-Hak Wanita

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Jika kita melihat sejarah sebelum datangnya Islam, kita akan mendapati bahwa wanita sering kali dizalimi: tidak diberikan hak waris, tidak memiliki hak kepemilikan, bahkan diperlakukan tanpa kehormatan. Lalu Islam datang menghapus semua bentuk kezaliman tersebut. Allah ﷻ berfirman:

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً

“Berikanlah mahar kepada Wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaa.” (QS. An Nisa: 4)

وَلِلنِّسَآءِ ‌نَصِيب مِّمَّا تَرَكَ ٱلۡوَٰلِدَانِ وَٱلۡأَقۡرَبُونَ

“Dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya.” (QS.An Nisa: 7)

Dan Allah juga berfirman:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِ

“Hendaklah orang yang lapang (rezekinya) memberi nafkah menurut kemampuannya..(QS. Ath Thalaq : 7)

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Islam: menetapkan hak mahar bagi wanita, menjamin hak nafkah, dan memberikan hak kepemilikan harta. Semua ini adalah bukti bahwa Islam bukan hanya berbicara tentang kemuliaan secara teori, tetapi juga melindungi hak-hak wanita secara nyata dan terperinci.

4) Menjaga Kehormatan dan Martabat Wanita

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Di antara bentuk kemuliaan terbesar yang diberikan Islam kepada wanita adalah penjagaan terhadap kehormatan dan kesuciannya. Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ

“Wahai Nabi (Muhammad) katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu.” (QS.Al Ahzab: 59)

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat hijab bukanlah pembatasan, tetapi penjagaan. Bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk melindungi.

Di tengah zaman yang sering mengukur wanita dari penampilan dan membuka aurat sebagai simbol kebebasan. Islam justru menjaga wanita agar tetap mulia, terhormat, dan tidak menjadi objek yang direndahkan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Jika kita telah memahami bahwa Islam memuliakan wanita dalam: amal dan pahala, kedudukan dalam keluarga, hak-hak kehidupan, serta kehormatan dan martabatnya. Maka pertanyaannya bukan lagi: Apakah Islam memuliakan wanita?

Tetapi, Sudahkah kita sebagai kaum muslimin memuliakan wanita sebagaimana Islam memerintahkan untuk memuliakannya?

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ من َاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرهُ اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 

Khutbah kedua

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ،

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ 

للّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Himayah Foundation