Related Posts
-
Majalah Al-Himayah Edisi 42 — “Ilmu & Adab, Mana yang Lebih Dulu?”
Edisi Desember ini mengangkat tema yang tak lekang oleh waktu: “Mana yang lebih dulu, ilmu atau adab?” Melalui pembahasan yang ringan namun penuh kedalaman, edisi ini mengajak kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan untuk merenungkan kembali makna kecerdasan sejati. Karena pada akhirnya, ilmu bukan sekadar kumpulan pengetahuan, melainkan cahaya yang menuntun langkah. Dan adab adalah …
-
Membangun Keluarga Rabbani di Tengah Tantangan Zaman
Penulis : Ust. Irfan Mahfuddin, S.Pd.I Menjadi hamba Rabbani tidak hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Keluarga yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai Islam menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Keluarga sebagai Pilar Kehidupan Keluarga merupakan tempat pertama bagi seorang anak untuk belajar tentang nilai-nilai …
-
MENAKAR PRIORITAS BANTUAN UNTUK GAZA
Oleh: Rusydi Rasyid Dalam hal ketaatan, Allah tidak hanya memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan ibadah ritual yang bersifat vertical; hubungan langsung antara seorang hamba dengan Tuhannya, seperti shalat, puasa, maupun dzikir. Namun, ketaatan sejati juga mencakup dimensi horizontal: amal kebaikan kepada sesama manusia, kepedulian sosial, menebar kasih sayang, keadilan, dan memperjuangkan kemaslahatan bersama. Kedua dimensi ini, …
-
Merawat Lingkungan Bagian Dari Iman
Dalam Islam, keimanan seseorang tidak hanya diwujudkan melalui ritual seperti salat dan puasa, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam interaksi sesama manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hidup. Oleh karena itu, merawat alam bukan sekedar tanggung jawab sosial, melainkan juga merupakan perintah agama. Rasulullah ﷺ pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, …
-
Merawat Ketaatan Dalam Persaingan : Sejenak Bersama Nabi:
Rivalitas dalam ketaatan adalah bagian dari karakter orang-orang bertaqwa, “bertarung” berebut amal, menjadi sosok yang paling terdepan dalam kebaikan dan kesholihan adalah sebuah upaya merawat ketaatan sepanjang zaman. Tahun 9 Hijriyah. Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam mengumumkan persiapan pasukan, butuh biaya yang sangat besar untuk perjalanan lebih dari 800 Km ke arah utara menuju …




