Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi media sosial, arus informasi, dan berbagai distraksi digital, banyak orang mengalami kejenuhan, kegelisahan, hingga kehilangan arah. Kemajuan teknologi yang seharusnya membantu kehidupan justru dapat membuat manusia lupa untuk terhubung dengan Allah Ta’ala.
Dalam khutbah ini, Ust. Umar Syam menjelaskan bahwa zikir bukan sekadar aktivitas lisan, tetapi jalan untuk menghidupkan hati, menenangkan jiwa, dan menjaga hubungan seorang hamba dengan Allah. Zikir menjadi pengingat agar perhatian kita tidak sepenuhnya terserap oleh dunia digital, melainkan kembali kepada Allah sebagai tujuan utama kehidupan.
Khutbah ini juga membahas tingkatan zikir, mulai dari zikir yang melibatkan lisan dan hati, zikir hati, hingga zikir lisan. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana menjaga keseimbangan kehidupan digital melalui shalat, membaca Al-Qur’an, serta membiasakan zikir pagi dan petang sebagai upaya membersihkan jiwa dari berbagai distraksi dan kelalaian.
Silakan unduh dan baca naskah khutbah lengkapnya melalui tautan di bawah ini.




